Penulis
serial silat dari segi jumlah umumnya relatif lebih sedikit dibanding
penulis di topik bidang lainnya. Walau tidak banyak, justru jumlah
pembaca yang setia, dan ketagihan malah tidak sedikit, bahkan hingga
puluhan tahun lamanya. Penulis terkenal sperti Chin Yung (Jin Yong)
mempunyai gaya cerita epik yang mana tokoh utama biasanya diperkenalkan
dari kecil, dengan detail panjang lebar pengalaman getir kang-ouw yang
dialaminya, hingga remaja lengkap dengan kehebatan iweekang, ginkang
dan jurus jurus silatnya. Tema ceritanya, tidak jauh dari pembalasan
dendam, melawan ketidak adilan dsb, pokonya yang baik bakal menang
sedangkan yang jahat bakal sial. Tema cerita ini, dibumbui dengan kitab
sakti, binatang aneh, tumbuhan ajaib, mungkin cocok untuk dibaca anak
anak yang dalam masa pertumbuhan mempunyai daya hayal yang hebat.
Karakter tokoh utama di cerita Chin Yung rata rata mempunyai semangat
tinggi, yang tidak luntur dari segala cobaan. Kurang realistic, tapi
baik untuk ditiru.
Karakter karakter Chin Yung pernah
ditawarkan pada penulis lain untuk dikembangkan lebih dalam. Beberapa
judul sempat beredar di Indonesia yang ceritanya merupakan kelanjutan
atau kembang sampingan dari tokoh tokoh seperti Yo Ko, Thio Boe Kie
dst. Sayangnya tidak menarik. Hingga sampai sekarang yang tetap
berkesan dengan urutan cerita adalah Sia Tiauw Eng Hiong, Sin tiau Hiap
Lu, To Liong To (Gan K.L Penyadur).
Khu Lung (Gu Long) yang
usianya lebih muda dari Chin Yung, otomatis banyak terpengaruh cerita
cerita dari dunia barat. Selain tradisional cersil, dengan
kejeniusannya, Gu Long berhasil melahirkan pula gaya cersil yang
berbeda motif. Tema yang bercorak detektif, lengkap dengan plot cerita
yang berlapis lapis dan gaya bahasanya yang ekonomis tapi padat. Walau
biasanya akhir cerita agak kedodoran, karya Gu Long boleh dibilang
karya yang paling baik yang pernah ada. Penilaian yang terlalu
subjektif? Mungkin. Yang jelas dari segi dialog, tutur kata, plintiran
plot cerita diperlukan kecerdasan yang tinggi yang tidak semua penulis
mampu melakukannya. Silahkan membaca: 0. Pendekar Berandalan 1.Pendekar Pengejar nyawa, Pendekar Harum (Coh liu Hiang) 2. Pendekar Binal, Bakti Pendekar Binal, Bahagia Pendekar Binal(Siau Hi Ji) 3. Misteri Kapal Layar Panca Warna 4. Renjana Pendekar, Himbauan Pendekar 5. Pendekar Baja (Sim Long) 6. Pendekar Budiman, Salju Merah, Rahasia Mokau Kaucu, Peristiwa Bulu Merak (Liu Sun Hoan, Yap Kay, Poh Ang Soat) 7. Pendekar Gelandangan, Golok Bulan Sabit (Cia Sam Hong) 8. Pendekar Empat Alis, Keajaiban Negri Es, Ratu Tawon (Liok Siau Hong). 9. Harimau Kemala Putih (diselesaikan oleh pengarang lain)
Biasanya
cerita Gu Long tidak berkait satu dengan lainnya. Kala, tokoh utama
dicerita lain disebut sebagai tokoh dongeng yang merajai dunia kang-ouw
puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Kesan misterius ditambah dengan
tidak jelasnya asal usul tokoh tsb, dan latar belakang tokoh yang
absen, dengan sengaja Gu Long mendobrak tradisi gaya penulisan yang
menyebabkan ketidak puasan kritikus tapi justru menambah nuansa
legendaris dari tokoh tokoh hasil karyanya.
Cersil bertema tradisonal yang cukup menarik dibaca: 1. Pukulan Naga Sakti 2. Pendekar Cacad 3. Hong lui Bun 4. Bentroknya Dunia Persilatan 5. Persekutuan Tusuk Konde Kemala, Makam Asmara 6. Pendekar Bayangan Setan, Misteri Bayangan Setan 7. Raja Silat 8. Pena Wasiat 9. Pedang berkarat-Pena beraksara, Persekutuan Peda Sakti 10. Telapak Setan 11. Hikmah Pedang Hijau 12. Golok Yan Ci 13. Pendekar 100 Hari 14. Pendekar Satu Jurus 15. Tiga Pedang Tujuh ruyung 16. Hati Buddha Tangan Berbisa 17. Rebutan Kalung Pusaka 18. Terror Bwe Hwa Hwe 19. Pendekar bersinar Kuning 20. Pendekar Ulat Sutra 21. Pendekar kangkung 22. Tengkorak maut 23. Panji Sakti 24. Bukit Pemakan Manusia 25. Pedang Keadilan I,II 26. Pendekar Kidal 27. Cincin Berdarah 28. Rahasia Sebuah Lukisan 29. Balada hina Kelana 30. Pendekar Kerajaan Tayli 31. Pusaka Negri Tayli dll
Cersil Yang Kurang Menarik antara lain: 1. Pendekar Kembar, Pendekar Setia 2. Kemelut diujung ruyung emas 3. Pedang Kiri Pedang Kanan dll
Cersil yang habis baca, timbul penyesalan: 1. Pahala dan Murka 2. Rahasia 180 Patung emas 3. Lembah Patah Hati 4. Durjana dan Ksatria 5. Pendekar Blo’on dll
Note: cerita cerita diatas disadur/ditulis oleh Can I.D, S.D Liong, Gan K.L atau Gan K.H (adiknya).
Peranan
Penyadur sangat penting dalam menerjemahkan dan tidak bisa diabaikan
begitu saja. Bagi Kita yang tidak beruntung dapat membaca dalam bahasa
aslinya (Chinese), nama nama tsb adalah pendekar sejati yang mepunyai
jurus kata kata terjemahan yang tepat dan cermat sehingga kita dapat
menikmati hiburan yang mepersona ini. Pengalaman membaca hasil saduran
yang asal pilih kata dan tidak profesional menyebabkan terganggunya
alur cerita, buyarnya mental pictures, dan marah marah sendirian.
Cerita bagus ditutur secara berantakan. Pengalaman yang tidak usah
diulang.
Asmaraman alias Kho Ping Hoo, tidak menyadur, melainkan
menulis sendiri berpuluh judul tentang dunia kang-ouw walau dirinya
tidak pernah melayat ke negri Cina (katanya). Walau kebanyakan nasehat,
filosofi, tetek bengek mengenai ‘Aku’ salah dan benar, rangsangan alur
cerita dari pengalaman aneh, jurus sakti, dan roman picisan cukup
menarik. Urutan baca mempengaruhi pengenalan didunia Kho Ping Hoo.
Tokoh disatu judul dapat berlarut ke judul judul berikutnya.
Silsilah Bukek Siansu: Bukek
Siansu, Suling emas, Mutiara hitam, istana Pulau Es, Pendekar Super
Sakti, Sepasang Pedang Iblis, Sepasang Rajawali, jodoh Rajawali, Suling
Emas dan Naga Siluman. Judul judul berikutnya, cerita mulai kurang
menarik. Maklum usia.
Silsilah Pendekar Kayu Harum: Pendekar kayu Harum, Petualang asmara, xxxxx(Lupa Judul), Pendekar Lembah Naga, Pendekar Sadis dst.
Banyak
lagi silsilah dari Bupunsu Lu Kwan Cu (Pendekar Saktii), atau dari Raja
Pedang yang mempunyai derivatif dan pengembangan karakter yang hidup
dan mengasyikkan.
Pengarang lain, Herman Praktikto, memang bukan
penyadur tapi ide karyanya juga bukan 100% orisinil. Selalu Mencangkok
cersil dari China, Beliau berhasil mengawinkan dua budaya kesatu tema
cerita yang unik. Berlatar belakang kerajaan sriwijaya hingga ke jaman
Pangeran Dipenegoro, beliau yang pakar sejarah, dengan luwesnya
melukiskan kehidupan kuno yang sangat berbeda dengan cara sehari hari
yang umum buat kita. Hasil karyanya seperti Bende mataram, mencari
bende Mataram, Bunga Ceplok Ungu, Jalan Diatas Bukit, Bayar Jiwa Ayahku
dsb merupakan pusaka bagi literatur bangsa.
Kho Ping Hoo
dengan idenya yang orisinil, jumlah karyanya yang sulit ditandingi,
gaya bahasanya yang enak dikunyah menurunkan kepandaiannya ke pengarang
Sriwidjono yang menerbitkan: Darah Pendekar, Pendekar peyebar Maut,
Memburu Iblis, Pendekar Pedang Pelangi seru dang menegangkan. Entah
Kenapa, dipertengahan era 90-an tiba tiba jejaknya dan Batara
(pengarang lain) menghilang dari dunia cersil. Terjadi kekosongan dunia
Kang-ouw hingga kini.
Bagi penulis baru yang hendak mengikuti
tokoh tokoh persilatan ini, hindari kegegeran seperti yang terjadi di
judul pendekar empat alis dan pendekar pedang pelangi. Kedua cerita nya
belum selesai walau dinyatakan tamat dibagian akhir. Sebagai pembaca
cersil yang setia, cerita buntung yang tidak mempunyai akhir yang jelas
sungguh menyebabkan tidur tidak nyenyak dan rasa penasaran yang tidak
hilang walau sudah bertahun tahun. |